![]() |
| PESHWA BAJIRAO EPISODE 50 DITERJEMAHKAN DAN DIINTERPRTASIKAN OLEH MADE |
Tara Rani Bai berkata pada Shiva Raze "Bertarung dengan Malhar, ia prajurit yang sangat kuat dan telah kehilangan kakak dan ayahnya ia siap untuk memberikan hidupnya". Shiva Raze terkejut dan ketakutan lalu ia meminta ibunya untuk menyelamatkannya, Tara Rani Bai meminta Shiva Raze untuk belajar melawan dan membunuh orang lain untuk keselamatan mereka, ia mengeluarkan pedangnya dan Shiva Raze menangis serangan ibunya
Baji sedang bersama dengan Balaji, Balaji mengatakan pada Baji "aku tidak tahu mengapa aku tidak bisa mengenali Rukmini". Baji mengaakan pada ayahnya tentang semua hal yang sudah di ajarkan pada ibunya Radha, Radha datang membawakan minumanm ia meminta pada Radha untuk mengajarkannya juga, Sebuah kilas balik di tampilkan ketika Khas dan Balaji menyerang beberapa orang pria dan Balaji berhasil mengalaghkan pria itu saat ia akan mencelakai Khas, Balaji mengaatakan "kita akan tahu tentang semua rencana Aurangzeb"
Shiva Raze masih memegang pedangnya, ia kelelahan dan belutut di lantai. Tara Rani Bai datang dan
mengajarkan Shiva Raze untuk menyerang lawan dan juga cara untuk melawan dan mengalahkan lawan dengan peang, Shiva Raze penuh dengan keringat dan nafasnya sangat berat karena kelelahan, Tara Rani Bai mengelurakan cairan di dalam sebuah wadah kecil, Tara Rani Bai mengatakan "aku tidak bisa membuat mu sempurna, tapi dapat melemahkan musuh". Tara Rani Bai mengelurakan cairan dan meminta pada Shiva Raze untuk menyuntikkan cairan itu di kulit saudata Malhar dan mengatakan "kau akan membuat musuh mu menjdai lemah". Shiva Raze bertanya "ibu apa yang akan terjadi jika aku salah ?". Tara Rani Bai kemudian memberikan cairan itu pada Shiva Raze, ia berkata pada Shiva "itulah politik, jika raja gagal melakukannya maka itu adalah kesalah terbesarnya". Tara Rani Bai ingin Shiva Raze mengikuti Gudi Padwa
Balaji bersama dengan Radha menemai Bihu, Chimna dan Baji , mereka sangat bersemangat untuk merayakan Gudi padwa. Baji bertanya pada Balaji "ayah apa yang akan kau lakukan?". Balaji mengatakan "tawanan kami adalah Ruqiyya/ Rukmini". Baji mengatakan pada Radha "aku akan datang ke anjik tara". Radha bertanya pada Baji "apa yang akan terjadi jika kau mengetahui sesuatu?". Baji mengatakan "aku berfikir bahwa jawaban ku benar di depan mereka".
Balaji datang menemui Ruqiyya dan membawanya ke jendeka, Balaji mengatakan pada Ruqiyya "aku tahu kau tidak akan mengatakan apa pun .. da memintanya untuk melihat bagaimana mereka akan merawayakan Gudi Padwa". Tapi Ruqiyya mengira "aku tidak akan pernah tau atau bahkan memberi tahu mu Balaji ". Balaji berfikir " apakah kau tidak akan memberi tahu ku.., tapi dalam pengelihatan mu kau melihat Mughal"
Diistana, semua orang berkumpul di halaman istana menyambut kedatangan Tara Rani Bai, semua rakyat sangat gembira. Sementara itu Balaji masih bersama dengan Ruqiyya di dekat jendela melihat ke halaman istana dimana semua orang telah ramai berkumpul untuk merayakan Gudi Padwa. Tara Rani Bai melakukan puja arti.
Seorang pria Mughal berjalan pincang datang ke perayaan Gudi Padwa, Ruqiyya meliriknya, pria itu mengambil kunci yang telah di taruh Ruqiyya. Kilas balik di tampilkan ketika Ruqiyya bertemu dengan pria itu dan meminta padanya untuk melakukan pejerjaannya bahkan saat dirinya di tangkap, kilas balik berakhir. Pria tua itu yakin untuk menyelesaikan pekerjaan Ruqiyya dan menyelesaikan tugasnya untuk kemenangan Mughal. Ruqiyya mengenang saat ia berpura-pura kesakitan dan sorang prajurit datang untuk membantunya tapi Ruqiyya mencuri kunci dan membunuh prajurit di sebuah ruangan kemudian Ruqiyya membuka gembok dan menemukan ada beberapa kunci yang tergantung disana, Ruqiyya berfikir " Balaji mungkin saja pintar tapi ia tiadak akan tahu apa yang akan terjadi pada hari ini". Kemudian seorang pria Mughal lainnya datang di tengah-tenga kerumunan orang, Tara Rani Bai membecahkan kelapa sebagai ritual perayaan Gudi Padwa dan semua orang mencakupkan tangannya terkecuali tidak dengan lima orang pria Mughal yang datang di tengah-tengah kerumunan orang.
Baji berdiri di teras, ia pegi, kemudian keempat pria Mughal datang kesana dan Baji bertabrakan dengan pria Mughal yang pincang, Baji menanyakan keadaannya dan meminta maaf namun pria pncang itu dengan tenang menjawab bahwa dirinya tidak apa-apa. Baji pergi dari sana, kemudian Pria pincang itu berjalan seperti biasa dan tidak menggunakan tongkatnya, ia tertawa. Pria Mugal itu mengatakan " Pendukungnya adalah Baji, seorang anak yang sama yang telah mengagalkan usaha mereka untuk membakar desa Saswad". Pria tua itu mengelurkan kunci dan memberikan pada anak buahnya. Baji mendengar mereka di bawah dan berfikir bahwa ia telah mengenali mereka. Sorang pria Mughal launnya mengatakan " bahan peledak untuk Gudi Padwa di Ajinkya/ 3 buah pot yang tergantung .. telah di siapkan dan Ruqiyya telah mengatur semuanya dan menyimpannya di kamar Tara Rani Bai.Tara Rani Bai menyambut semua rakyatnya dan membagikan mereka persembahan, sorang pria menolak untuk menerima persembahan dari Tara Rani Bai. Pria itu pergi dari sana dan membuat Tara Rani Bai. Pria Mughal memberikan kunci pada seorang pria/ Qammeruddin yang menyamar menjadi Marathi, lalu Qmmeruddin berpakian seperti Marathi dan berfikir bahwa Marathi akan dibunuh.
Baji berjalan di aula, namun Shiva Raze manarik tangan Baji, Shiva Raze mengatakan pada Baji "Bukankah kau suka melawan musuh, aku akan memberikan mu kesempatan untuk bertarung dengan saudara Malhar". Baji mengatakan "aku bukanlah Yodha .. biarkanlah aku pergi karena aku mempunyiai beberapa informasi penting yang harus ku sampikan pada ayah ku Balaji". Ketika Baji akan pergi ia dihadang oleh beberapa prajurit, Shiva Raze mengatakan "ayah mu tidak akan pernah berhasil untuk melatih ku dan itulah mengapa kau akan bertarung dengan saudara Rao Malhar di tempat ku:. Shiva Raze meminta Baji untuk menyuntikan kuku dari cairan beracun tepat di punggungnya, namun Baji melemparkannya dan mengatakan "Kekalahan yang terbaik jika kemenangan yang kau dapatkan itu kecurangan". Shivaraze meminta pada parjuritnya untuk menyembunyikan wajah Baji dan mengatakan "jika kau gagal maka kekayaan mu, rumah dan semua milik mu akau akan mengambilnga .. kau dan keluarga mu akan di tendang keluar dari kota". Balaji berfikir " Aku harus memberi tahu pada semua tentang Ajinkya / kendi yang tergantung" akan meledak"
Seorang pria dayang menemui saudara Rao Malhar ketika ia mempersiapkan dirinya untuk bertarung dengan Shiva Raze, Saudara Rao Malhar dan mengatakan "Jika Shiva gagal untuk mengalahkan ku hari ini maka itu kekelahan Tara Rani Bai, pria itu mengatakan "Tara Rani bai selalu memberikan prefensi untuk Balaji... termasuk mengajarkan Shiva Raze untuk menyerang dan menjadikannya seorang pejuang yang kuat .. jika aku mampu aku akan melatihnya". Rao Malhar mengatakan "aku akan membunuh Shiva Raze ketika ia menyerang ku hari ini". Pria itu hanya terdiam dan berfikir bahwa itu akan menjadi kekelahan untuk Blaji jika Shiva Raze gagal
Baji datang ke halaman istana untuk bertarung dengan Bhao Rao Malhar dengan wajah tang terteutupi dengan membawa pedang di tangannya, semua orang bersorak sorai untuk Raze dan mereka berfikir bahwa Baji adalah Raze. Sementara itu Saudara Rao Malhar meminta Baji untuk menunjukkan veetra dan mengatakan "tidak akan ada yang bisa menyelamatkan mu hari ini"... ia meminta Baji untuk ikut dan berkelahi dengannya. Sementara itu Qammeruddin dengan menyamar menjadi pria Marthis sedang berjalan menaiki tangga di sebuah ruangan gelap.
Baji dan Saudara Rao Mlahar mulai melawan dengan pedang di tangan mereka, Baji terus menangis serangannya. Dhana ji meminta izin pada Tara Rani Bai untuk melihat beberapa hal, sedangkan Tara Rani Bai masih melihat pertarungan antara Baji dan Saudara Rao Malhar. Seorang pria bertanya "Dimana Balahi.. ia tidak datang kesini untuk melhat pertarungan siswanya", Shiva raze juga menyembunyikan wajahnya dan berdiri di antara kerumunanpenonton, Baji terjatuh, sementara itu Rao Malhar mengulurkan tangannya dan kemudian kembali menyerangnya
ngan. Baji jatuh. Bhao Malhar tantangan dia untuk bangun dan menyerang dia.
Baji datang ke halaman istana untuk bertarung dengan Bhao Rao Malhar dengan wajah tang terteutupi dengan membawa pedang di tangannya, semua orang bersorak sorai untuk Raze dan mereka berfikir bahwa Baji adalah Raze. Sementara itu Saudara Rao Malhar meminta Baji untuk menunjukkan veetra dan mengatakan "tidak akan ada yang bisa menyelamatkan mu hari ini"... ia meminta Baji untuk ikut dan berkelahi dengannya. Sementara itu Qammeruddin dengan menyamar menjadi pria Marthis sedang berjalan menaiki tangga di sebuah ruangan gelap.
Baji dan Saudara Rao Mlahar mulai melawan dengan pedang di tangan mereka, Baji terus menangis serangannya. Dhana ji meminta izin pada Tara Rani Bai untuk melihat beberapa hal, sedangkan Tara Rani Bai masih melihat pertarungan antara Baji dan Saudara Rao Malhar. Seorang pria bertanya "Dimana Balahi.. ia tidak datang kesini untuk melhat pertarungan siswanya", Shiva raze juga menyembunyikan wajahnya dan berdiri di antara kerumunanpenonton, Baji terjatuh, sementara itu Rao Malhar mengulurkan tangannya dan kemudian kembali menyerangnya
ngan. Baji jatuh. Bhao Malhar tantangan dia untuk bangun dan menyerang dia.
Precap:
Tara Rani Bai bertepuk tangan untuk Baji yang di kira adalah Shiva Raze dan memintanya untuk membuktikan bahwa ia adalah raja yang nyata. Sementara itu Qamar Uddin bersiap untuk meledakan Gudi menggunakan bahan peledak. Baji melompat danmengenai bahan peledak tersebut. Tara Rani, Balaji dan semua orang terkejut, dan membuat kerumunan yang hadir dalam kepanikan di perayaan Gudi Padwa.
.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar