![]() |
| PESHWA BAJIRAO EPISODE 46 DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE |
Guru ji membawa menhasut semua penduduk ke rumah Radha Bai. Guru ji mengatakan "aku akan di sebut orang jika aku melakukan keadilan, Radha Bai harus di hukum atas kesalahannya". Baji dan teman-temannya datang kembali kerumah untuk menyelamatkannya "Tapi apa yang akan terjadi?".
Baji bertatnya "kesalahan apa yang telah di buat ibu ku, bahkan ibu ku tidak tahu jika Dandak ada disini". Guru ji marah mengatakan " Kau sedang mencoba untuk memotong perkataan ku .. jadi ku piir ini semua kesalahan Baji karena Radha". Mendengar hal itu, Baji menjadi tidak sopan dan Radha meminta maaf pada Guru ji. Ibu Parshu mengatakan "ia sudah menghina Guru ji, itulah mengapa kami berada disini". Sesorang meminta pada Radha bai untuk meminta maaf pada guru ji.
Qameeuddin mengatakan "aku akan membuat bom atau sesuatu yang lainnya agar jatuh tepat di istana Marathi, Aurangzeb mengatakan "Apakah Tara Rani Bai akan menemukan cara untuk melarikan diri?". Qammeruddin berjanji pada Aurangzeb bahwa ia akan berhasil, namun Aurangzeb mengatakan "jika kau berhasil maka aku akan memilihkan raja setelah aku". Qammeruddin berterima kasih pada Aurangzeb, Aurangzeb terbatuk dan berpikir "Qammeruddin akan gagal menghadapi Marathis dan membuat Mughal bangga padanya"
Baji mengatakan "ibu ku tidak akan meminta maaf pada siapaun". Radha meminta Baji agar tidak marah, Baji marah pada Bhallu, ia mengatakan "hal itu terjadi karena dia, Bhallu yang telah membuat wajah guru ji menghitam dan guru Ji memarahi Gotiya dan teman-teman ku yang lain, dan itulah mengapa teman-teman ku datang ke hutan". Baji mengambil tongkat, Guru ji tidak mempercayainya, ia berkata"Hati baji di penuhi dengan kemarahan dan juga kebencian". Radha Bai mengatakan "Jika kau berpikir aku telah melakukan keslaahan maka aku akan meminta maaf pada guru ji"
Baji mengatakan "ibu ku tidak akan meminta maaf pada siapaun". Radha meminta Baji agar tidak marah, Baji marah pada Bhallu, ia mengatakan "hal itu terjadi karena dia, Bhallu yang telah membuat wajah guru ji menghitam dan guru Ji memarahi Gotiya dan teman-teman ku yang lain, dan itulah mengapa teman-teman ku datang ke hutan". Baji mengambil tongkat, Guru ji tidak mempercayainya, ia berkata"Hati baji di penuhi dengan kemarahan dan juga kebencian". Radha Bai mengatakan "Jika kau berpikir aku telah melakukan keslaahan maka aku akan meminta maaf pada guru ji"
Dhana ji datang ke perkampungan dimana penduduk sedang kesakitan, seroang wanita menangisi mayat seorang anak kecil yang sudah tidak lagi bergerak. Dipunggung anak itu terdapat pesa dan Dhana ji membaca pesan dari Mughal, pesan itu berbunyi bahwa Mughal akan merebut Hindustan.
Sementara itu Radha Baji membungkuk di hadapan guru ji dan akan menggosokan hidungya di kaki Guru ji, paman Baji menghalangi Baji, Baji bersikeras dan memberontak dan kemudian menghentikan ibunya dan meanruh tangannya di bawah hidung ibunya. Baji mengatakan "Hanya seorang ibu yang bisa memberikan hukuman ia tidak mengajarkan segala sesuatu yang salah pada anak-anaknya". Baji mengatakan pada ibu Parshu"Jika anak mu yang datang sendiri kehutan lalu mengapa ibu ku yang di tuduh?". Guru Ji mengejek Baji "Lihatlah, ia sedang berbicara hal yang besar". Baji mengatakan tentang semua hal yang telah di pelajarinya di hutan... Kilas balik di tampilkan saat Baji dan teman-temannya ke hutan dan mereka kelaparan lalu mendapatkan makanan karena petunjuk Malhari. Baji mengatakan "ibu ku mengirim ku ke hutan agar aku belajar hal yang baik". Baji menceritakan pengalamannya di Hutan bersama dengan teman-temannya.
Guru ji mengatakan "Kau sudah belajar, tapi bagaimana dengan kebohongan teman-teman mu?". Baji mengatakan "ajaran ibu ku lebih baik dari pada diri mu, mereka telah berlajatr untuk menghargai apa yang telah ibunya berikan di dalam keranjang makanannya dan memerikan makanan pada malahari, teman sejati adalah teman yang selalu berdiri di dekat mu bajkan dalam waktu yang paling sangat berbahaya, ketika aku bersama dengan teman-teman ku aku merasa seperti saat aku di desa saat kami di tawan oleh Dandak, aku menyadari nilai dari desa dan berpikir bhawa mereka punya cinta yang besar untuk kami" Semua orang bertepuk tangan untuknya setelah mendengar ucapan baji dan guru ji hanya terdiam.
Dhana ji memberikan tanggung jawab terhadap keluarga korban yang tewas untuk Balaji, seorang wanita mengatakan pada Balaji "aku bisa melakukan pelajaran apapun". Sementara itu, ayah Gotiya berterima kasih untuk berfikir bahwa dirinya salah, Radha mengatakan "Pratigyata merupakan pelajaran baru oleh karena itu kita telah mendapatkan ispirasi untuk belajar tentang hal itu, apapun yang telah kau pelajari itu karena cacian dari Guru ji, bahkan jika memarahi temannya kau akan memiliki cinta di dalamnya". Baji menyentuh kaki ibunya dan ia berterima kasih "Guru ji ini ia tidak mengajar". Guru Ji bertambah marah dan pergi. Patel mengatakan pada Baji bahwa mereka telah membuka matanya dan akan belajar bersma dengan anak-anak yang lainnya sekarang. Baji tersenyum melihat ibunya.
Aurangzeb bertanya Shahu ji " beraninya kau mengirim pesan pada Tara Rani Saheb ..., mengatakan Tara Rani Saheb telah membunuh Sardaar Marathi dan aku sangat merasa kasihan padanya". Shahu ji mengatakan " Tara Rani Saheb menjadi perlindungan untuk marathi, ia telah membunuh pengkhianat, marathis akan segera memerintah di mana-mana". Aurangzeb mengatakan "ia tidak akan pernah membebaskannya dari tawanan". Gotiya mengatakan " Baji akan pergi ke Satara sekarang".
Baji marah dan mengatakan" kami seperti 5 jari-jari tangan dan hidupnya tidak lengkap tanpa Parshu". Parshu yang berdiri jauh di samping ibunya datang menemui Baji, Parshu meminta Baji untuk memaafkannya. Parshu mengatakan "saat kau bisa memaafkan Gotiya dan Ishu, mengapa kau tidak bisa memaafkan aku?" . Baji memaafkannya Parshu. Parshu mencoba untuk memeluknya, tapi Baji menghentikannya "aku bisa memaafkan mu jika aku tidak akan dirugikan", tetapi ia berpikir untuk meninggalkan Gotiya di tempat dandak. Baji mengatakan" kau bukan musuh ku, tapi kau bukan lagi teman ku".
Parshu menangis. Gotiya menangis dan sangat kecewa ketika mendengar keputusan Baji, Gotiya mengatakan "aku sangat ingin menjadi saudara mu di dalam kelahiran berikutnya". Baji mengatakan "kau seperti adikku bahkan sekarang meskipun kau gemuk". Gotiya memeluknya dan menangis. Baji mengatakan "aku akan pergi ke Satara besok, ibuku mengatakan bahwa kita tidak bisa membuat orang lain dalam kesulitan apa lagi terhadap orang tua mu dan itulah mengapa kita tidakmengajak mu".
Shahu ji mengatakan pada Aurangzeb "hanya ada beberapa hari yang tersisa dari usia mu dan bahkan jika 4 anak kau akan mencoba untuk mengalahkan Tara Rani Bai, tetapi mereka tetap tidak akan berhasil" Aurangzeb membuat rencanaakan terhadap mereka untuk membuat ledakan besar di istana marathi untuk membunuh Tara Rani Bai dan semua Marathi..
Parshu menangis. Gotiya menangis dan sangat kecewa ketika mendengar keputusan Baji, Gotiya mengatakan "aku sangat ingin menjadi saudara mu di dalam kelahiran berikutnya". Baji mengatakan "kau seperti adikku bahkan sekarang meskipun kau gemuk". Gotiya memeluknya dan menangis. Baji mengatakan "aku akan pergi ke Satara besok, ibuku mengatakan bahwa kita tidak bisa membuat orang lain dalam kesulitan apa lagi terhadap orang tua mu dan itulah mengapa kita tidakmengajak mu".
Shahu ji mengatakan pada Aurangzeb "hanya ada beberapa hari yang tersisa dari usia mu dan bahkan jika 4 anak kau akan mencoba untuk mengalahkan Tara Rani Bai, tetapi mereka tetap tidak akan berhasil" Aurangzeb membuat rencanaakan terhadap mereka untuk membuat ledakan besar di istana marathi untuk membunuh Tara Rani Bai dan semua Marathi..
Precap:
Radha, baji, Bhiu dan Chimna pergi ke Satara. Baji mengangkat pedang Chatrapati Shivaji Shiva Raze bertanya "bagaimana kau bisa berani untuk menyentuh pedang besar ayah ku?". Baji mengatakan pada Raze "aku putra Balaji " Shiva Raze menatap Baji
.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar