Senin, 17 April 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 52 : MUSUH-MUSH MUGHAL TELAH BERHASIL DIKALAHKAN SEHINGGA MEMBUAT QAMMERUDIN KECEWA, BAJI BERTEMU DENGAN KASHI MEREKA DATANG KE KAMAR CHATRAVATI SHRIVAJI DAN SALING BERDEBAT

Tayang SONY TV : 4 April 2017



PESHWA BAJIRAO EPISODE 52
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMHAKAN OLEH MADE


Baji menarik Tara Rani Bai ketika peluru secara membabi buta di tembakan oleh beberapa utusan Qammerudin. peluru mental, Baji meminta Shiva Raze untuk menduduk dan tidak pergi ke pintu karena musuh akan tahu jika Shiva pergi kearah pintu ketika peluru masih di tembakkan, dan ia meminta agar Shiva tengkurap di lantai, sementara itu Balaji masih dalam perjalanannya ke pintu belakang dan ia berkelahi dengan orang-orang Maughal. Baji meminta Tara Rani Bai "Apakah kau punya berlian, apapun jenisnya?" . Shiva Raze berkata "Minatalh hadiah nanti". Baji mengatakan "ini akan mengagalkan musuh". Tara Rani Bai melepaskan beberapa cincin di jari-jarinya dan kemudian Baji dengan hati-hari menaruh cincin tersebut pada celah lubang, Baji mencoba untuk menutupi lubang dengan tangannya, tapi ia mendapatkan ide untuk mengambil nampan yang terbuat dari logam dan menahannya di tembok.

Tara Rani Bai sangat ketakutan dan berkata pada Baji "Lakukanlah yang terbaik". Balaji membunuh semua pengacau di aula, Khas datang untuk membantu. Kemudian, seorang pria menembakan peluru ke celah lubang namun nasib buruk terjadi padanya, peluru terpental dan mengenai kepalanya. Situasi diluar sudah aman, Shiva Raze bergegas membuka pintu dan mereka keluar,  Pant Pratinidhi bertanya "apakah kalian  baik-baik saja?" . Baji datang ke Balaji dan memeluknyam Balaji mengatakan "kita telah membunuh semua musuh". Tara Rani sangat marah berkata pada Balaji "gantung semua musuh di depan istana"  

Di sebuah benteng, Qamer Uddin melihat istana Marathis melalui teropong. Naser dengan semangatnya mengatakan "kita akan mendapatkan Ajinkya tara.... kau  akan segara  dinobatkan sebagai raja Mughal"  Qamer uddin melihat mayat Ruqiyya dan anak buahnya tergantung dan marah, ia  mengatakan Naser bahwa mereka telah kehilangan kesempatan itu, Qammeruddin pergi dengan kekecewaan. Naser melihat melalui teropong dan ia sangat marah bahwa ia akan menentukan untuk membunuh semua orang yang telah menggagalkan semua konspirasinya. 

Semua orang sangat bangga pada Baji dan mereka bertepuk tangan untuk keberhasilan Baji yang telah berhasil menyelamatkan nyawa Tara Rani Bai dan Shiva Raze dari musuh Mughal, Khas sangat bangga dan ia memuji Baji karena telah mengalahkan orang-orang Mughak dengan sangat berani di  usianya yang masih kecil". Dikejauhan Kashi tersentum bangga pada Baji, ia akan menari ketika musik di mainkan namun Ibu Kashi membawanya pergi. Seorang pria mengatakan "tidak ada yang mendapatkan luka yang serius". Khas mengatakan "Balaji dan Baji jauh lebih cerdas dari pada dirinya". Tara Rani Bai bersama Shiva Raze mendengar hal itu, Tara Rani Bai marah pada Shiva Raze dan bertanya padanya "apakah kau akan melakukan hal ini". Shiva Raze mengatakan "Baji telah mengalahkan Saudara Rao Malhar". Tara Rani Bai sangat marah dan menarik tangan Shiva Raze lalu membawanya pergi.

Radha mengatakan pada Baji dengan penuh rasa bangga "kau telah mempelajari pelajaran terakhir, itu adalah Jigyasa yang akan membantu mu untuk memperjuangkan Swaraj". Baji tersenyum mengatakan "sekarang aku akan belajar perang dari ayah ku (Balaji)". Disebuh ruangan Shiva Raze dan Tara Rani Bai melanjutkan pembicaraan mereka, Shiva Raze mengatakan "aku yang telah memkasa Baji untuk bertarung dengan Saudara Rao Malhar,, ia telah berhasil menang dan mendapatkan penilaian yang baik". Tara Rani Bai mengatakan "Suatu hari nanti kau juga harus berjuang". Shiva Raze bertanya "ibu apakah kau marah kerena aku tidak melakukan apa yang kau minta, dan atas apa yang sudah kulakukan?". 

Pant Pratinidhi datang bersama dengan Balaji dan Khas  menemui Tara Rani Bai dan Shiva Raze  dan mengatakan pada Baji "kau harus melakukan seperti yang dikatakan Tara Rani". Pant Pratinidhi mengatakan " Balaji, Baji dan Radha tahu tentang hal itu..,  Jika mereka mengatakan apa pun  pada para pendukung Shahuji kemudian  apa yang akan kita lakukan?"... Tara Rani Bai sangat kecewa.

Balaji dan Radha Bai meminta Baji untuk tidak mengatakan apapun kepada siapa pun bahwa ia telah berjuang untuk mengalahkan Saudara Malahar di tempat Shiva Raze, Baji hanya mengangguk memahami pesan dari ayah dan ibunya. Baji mengingat ketika Kashi mengetahui jati dirinya pada saat mush-musuh Maughal mengacaukan upacara Gudi Padwa di istana, Baji menyakinkan ayahnya bahwa ia akan menuruti semua yang di minta dan meminta mereka untuk tidak khawtair. Baji pergi meninggalkan kedua orang tuanya.

Kashi tergeletak kesakitan di tempat tidurnya, ia merasakan sakit perut dan berteriak memanggil ", Ibu Kashi datang dan menegurnya karena ia telah terlalu banuak memakan ladoo, ibu Kashi pergi utnuk mencari obat, Kahi berfikir "apa yang harus aku lakukan sekrang jika ibu ku memarahi ku?", Kashi berfikir untuk memberitahu semua rahasia tentang Baji pada teman-temannya, ia turun dari tempat tidurnya  dan Baji datang kesana lalu bertabrakan dengan Kashi, Baji segera menutup mulut Kashi dengan tangannya, tapi Kashi mengigit tangan Baji sehingga ia menjerit kesakitan. Baji bertanya "mengapa kau mengigit tangan ku.. jangan memberitahu siapapun bahwa aku telah berjiang menggantikan raja". Tapi Kashi meminta Baji untuk meminta hal itu dengan memohon dan mengatakan " mungkin aku akan menerima permintaan mu". Baji meminta Kashi untuk mencoba memahami dirinya dan mengatakan  "semua ini kulakukan untuk memperbaiki Marathi Samraj". Kashi setuju dengannya dan meminta Baji untuk  ikut dengannya kesuatu tempat yang telah di jaga oleh beberapa orang prajurit, Kashi berbisik meminta pada Baji untuk menunjukkan mainan Chatrapati Shrivaji itu

Baji mengatakan pada Kashi "aku pernah pergi ke Kasha dan itu bukanlah mainan". Baji mengingat ketika ia memasuki ruangan itu dan memegang pedang Shiva Raze marah dan menegurnya. Tapi Kashi memintanya untuk membawanya masuk kesana, Kashi mengatakan " aku adalah seorang putri sahukar dan tidak akan setuju sampai aku mendapatkan semua keinginan ku". Baji mengatakan "kau sangat pintar. Baji mengajak Kashi pergi, mereka datang ke pohon besar, Baji mengatakan "aku akan memanjat  di pohon itu"... Kashi setuju, Baji mengatakan "aku akan membawa mu ke kamar itu". Kashi mengatakan "tapi aku tidak bisa memanjat pohon ". Baji turun dan marah mengatakan "saudara ku tahu bagaimana caranya untuk naik ke pohon". Kashi mengatakan " Baiklah, anak perempuan dari keluarga terpandang tidak akan memnajat pohon". Baji bertanya "apakah kau tahu bagaimana untuk naik ke pohon itu?"

Baji mendapatkan ide, lalu meminta Kashi untuk naik ke punggungnya tapi Kashi memegang kepala Baji dan Baji menegurnya, , Baji memanjat pohon  Ibu Kashi kembali ke kamar Kash membawakan minuman  dan mencarinya dan berfikir "Kemana kau pergi?". Baji membawa Kashi kekamar itu, Baji mengjek Kashi "tubuh mu sangat gemuk". Tapi Kashi marah.

Baji dan Kashi mencakupkan tangan mereka di depan lukisan Chtrapati Shivraji. Kahi mengatakan "ayah ku telah berbohong pada ku.. tidak ada mainan di sini". Baji mengatakan "pedang itu, Katya dll". Kashi mengatakan "Mainan harus sedemikian rupa yang membuat persahabatan". Baji mengatakan "tapi ini mainan prajurit". Mereka saling berdebat dan bertengkar secara liasan Baji kesal dan marah akan pergi meninggalkan Kashi Tapi Kashi menahannya untuk pergi, Baji mengatakan "jika kau begitu sangat pintar, maka carilah cara untuk dapat keluar dari sini". Kashi hanya menatap Baji



Precap:
Tara Rani mengatakan bahwa mereka telah mengagalkan  Mughal dan memberikan jawaban yang pas ...,   kami senang untuk mendapatkan Nayek di Siwa untuk mengagalkannya" . Semua orang terkejut.
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar