Sabtu, 15 April 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 48 : NYANYIAN MERDU RADHA BAI MEMBUAT TARA RANI BAI KAGUM, RUQIYYA/ RUKMINI PURA-PURA HAMIL, BAJI MEMBERITAHU PADA AYAHNYA BAHWA RUKMINI SEBETULNYA TIDAK HAMIL, MEREKA BERENCANA UNTUK MEMBUAT RUQIYYA KELUAR DARI PERSEMBUNYIANNYA

Tayangan Sony TV : 29 Maret 2017


PESHWA BAJIRAO EPISODE 48
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE



Balaji bertanya pada Rumini / Ruqiyya "apa yang sedang  kau lakukan di ruang perpustakaan?". Rukmini/ Ruqaiyya mengatakan "aku sedang mencari mu untuk berbicara dan ketika aku sampai aku merasakaningin muntah dan aku lari terburu-buru". Radha mengatakan "aku bisa mengerti itu". Bihu mengatakan "aku akan membawakan asam untuk mu". Baji berpikir "jika salah satu muntah dan menutup tangan di mulutnya, tapi ia terus memegangi tangan ke perutnya, ia pasti sedang menyembunyikan sesuatu. Balaji mengatakan "Kita akan merayakan Gudi Padwa dan meakukan puja Gudi sepanhang malam". Radha membuat ranggolo, seorang wanita datang dan melompati ranggoli di atasnya dan mengatakan "aku tidak memiliki kebiasaan untuk melihat kebawah dan itulah mengapa aku melangkah di atasnya".

Radha Bai bersama dengan Bihu sedang membuat ranggoli di aula, sorang wanita datang dan tanpa sengaja mengingak ranggoli Radha Bai, Radha mendongak dan wanita itu menghentikan langkah kakinya, ia meminta maaf karena telah merusak ranggoli Radha Bai dan pergi. Lalu seorang wanita lainnya datang dan meminta Radha Bai untuk menyanyikan sebuah lagu, Radha tersenyum pada Bihu dan ia bernyanyi membawakan sebuah lagu yang sangat merdu membuat wanita yang meningjakkan ranggoli terpana dengan suara Radha Bai, Tara Rani Bai datang dan mendengarkan suara merdu Radha Bai bernyanyi dan berfikir  "sura ini dari dalam hatinya". Tara Rani Bai bertanya "siapa dia?".

Seorang wanita mengatakan pada Radha Bai "Itu istri Balaji". Tara Rani Bai menghampiri Radha dan Radha menghentikan nanyiannya, Radha Bai bangun dan memberikan salam pada Tara Rani Bai, dan Tara Rani Bai membalas salam Radha. Tara Rani Bai menghampiri wanita yang menginjakkan kakinya pada Ranggoli Radha dan menanyakan tentang putrinya Kashi,   Wanita itu mengatakan " Kashi berpartisipasi dalam acara tersebut". Wanita itu dan Tara Rani Bai pergi dan Radha Bai bersama Bihu melanjutkan membuat Ranggoli.

Ruqaiyya datang ke aula, ia memegangi perutnya dan menemui Radha Bai, Ruqaiyya mengatakan pada Radha Bai  "aku merasa tidak enak badan". Ruqiyya bergegas untuk pergi setelah Radha Bai memintanya untuk beristirahat, Baji mencurigai wanita itu dan mengikutinya. Ruqaiyya merasakan bahwa ia sedang di ikuti dan ia menengok kebelakang namun Baji bersembunyi. Ruqiyaa bergegas pergi dan Baji terus mengikutinya namun ia terhalang ketika dua orang pria membawa panci bersar dan sulit lewat, Baji memberikan jalan dan kehilangan jejak Ruqaiyaa.

Baji bertanya pada pelayan yang lewat tentang Rukmini/ Ruqiyya namun pria itu tidak melihatnnya dan pergi.  Baji berpikir"Kemana ia akan pergi di istana ini?". Ruqiyya pegi kesuatu tempat dimana tertempel tuliasan seperti gambar yang sama pada peta Balaji, dan merupakan pintu rahasia, Ruqiyya berpikir " ini tempat untuk menyembunyikan Tara Rani Bai, aku akan menutup pintu sehingga ia tidak bisa melarikan diri, Balaji tidak bersalah jika ia tidak mempunyai keraguan pada saat aku mengatakan aku sedang hamil". Ruqiyya mengeluarkan sesuatu dari perutnya dan ia mengeluarkan alat, ia menurunkan lukisan dan kemudian menggunakan alat itu untuk membukanya.

Kilas balik ketika Ruqiyya masuk ke istana dengan pura-pura hamil dan ia membawa bahan peledak dan memasukannya pada sebuah kendi, kilas balik berakhir. Ruqiyya berpikir  semua gudis terbuat dari bahan peledak dan tidak akan seorang pun yang akan dapat  menyelamatkan Satara sekarang".
Sementara itu Baji masih berjalan mencari keberadaan Rukmini/ Ruqiyya di sepanjang aula,  Ruqiyaa mendengar suara sesorang datang ia menutup kembali gambar dan akan menyembunyikan alat pembuka pintu rahasia, namun kendi yang menyerupai perut itu pecah karena ia terburu-buru untuk menyembunyikannya, Ruqiyya mengambil alat itu dan meninggalkan pecahan kendi dan ia bersembunyi, Baji datang  ketempat itu melihat pecahan kendi dan berpikir "siapa yang telah merusak kendi ini. ia pasti belum pergi menjauh".

Baji berjalan mendekati tempat persembunyian Ruqiyya, Ruqiyya memegang sebuah alat yang runcing dan Baji melihat sesorang sedang bersembunyi namun seorang pajurit datang dan menegurnya mengatakan pada Baji "tempat itu telah di batasi, pergilah dari sana". Baji sangat tegang, Baji pergi dari sana dan membuat Ruqiyya lega, ia berfikir untuk menyerang Baji dan mendapatkan pengganti kendi, Ruqqiya mendapatkan kendi diistana dan membawanya pergi.  Bhiu datang mencari kakaknya , Baji datang kesana, Bihu meminta Baji untuk datang dan mengatakan untuk membantu ibunya untuk mengikat Gudi, namun Baji masih bingung mencari Ruqiyya. Rukmini dan Bihu menarik tangan Baji dan mengajaknya pergi.

Baji mengatakan pada Bihu tentang semua keraguannya pada Ruqiyya, Bihu mengatakan pada Baji "ketika aku memeluknyam aku mendengarkan suara aneh yang datang dari perutnya, sepertinya aku mencoba mendengarkan kendi". Baji mengerti bahwa Rukmini/ Ruqqiya sebenarnya tidak sedang hamil dan meminya Bhihu  untuk membantunya. Baji mengingat ketika ia bertabrakan dengan Ruqiyya di aula dan ia mendengarkan suara anah dari perutnya, kemudian ia menemukan sebuah kendi telah pecah di dekat pintu rahasia. Baji mengajak Bihu pergi dan datang menemuinya. Sementara itu Ruqiyya sedang menuangkan air minum dan mencampurkan sesuatu/ bubuk di dalam minuman itu, Bihu datang dan memeluk Ruqaiyya, Baji mengingat ketika Bihu memberikan pelukan yang sama pada wanita itu. Baji mengajak Bihu pergi namun Ruqiyya menghentikannya dan meminta mereka untuk meminum jsu Kokam / ramuan yang telah di buat Ruqiyya, Bihu mengatakan "aku tidak suka dengan Kokam", Baji mengatakan "itu adalah minuman fafaorit ku", Baji mengambil kendi itu dari tangan Ruqiyya dan meminumnya, Ruqiyya hanya menatap Baji, Baji memberikan kembali kendi itu dan mengajak Bihu pergi, Ruqiyya tersenyum licik, Baji merasakan pusing dan Ruqiyya mengintip dari balik jendela, Baji jatuh pingsan dan membuat Bihu khawatir, Ruqiyya berfikir "perlahan detak jantung baji akan sefera turun dan ia akan mati sebelum ada yang tahu tentang kematiannya"

Balaji datang menemui Dhana ji dan mengatakan bahwa sesorang mencoba untuk mengetahui peta istana. Dhana ji mengatakan "itu berarti msuh telah sampai disini". Balaji mengatakan "apakah musuh telah datang kesini, maka kenapa mereka tidak menyerang ratu atau mengalahkan Shiva Raze". Tara Rani Bai datang menemui mereka dan mengatakan "apa yang terjadi?". Mereka memberi salam dan merubah pembicaraan mereka tentang pengaturan Gudi Padwa, Tara Rani Bai mengatakan " itu harus menjadi yang terbaik". dan ia pergi. Balaji  mengatakan pada Dhana ji "mengapa kita tidak memberitahukannya". Dhana ji mengatakan "kita tidak akan membuat semua orang panik, tapi kita akan menangkap orang itu". Baji datang dan mengatakan "aku tahu tentang bibi Rukmini itu ... ia sebetulnya tidak hamil..., ia membuat ku meminum minuman serbat Kokam dengan mencampur obat-obatan .. aku muntah parah". Kilas balik dimana ketika Baji mengikuti Ruqiyya / Rukmini dan kemudian Bihu datang dan Rukmini/ Ruqiyya membuatkan Kokam dengan mencampurkan sesuatu, lalu Baji meminum obat penawar dan ia muntah. Baji menceritakan semua kejadian itu pada ayahnya dan pada Khas dan Dhana ji.

Dhana ji bertanya "Bagaimana kau bisa melakukannya?". Baji mengatakan "aku juga belajar Ayurweda dari ibu ku". Dhana ji mengatakan "Baji lebih pinyar dari pada Balaji". Mereka datang ke sebuah ruangan, namun mereka memeriksa tempat itu dan mengatakan "semua baik-baik saja". Dhana ji meminta agar Khas memeriksa tempat yang lainnya, Blaaji yakin jika Rukmini telah menyakiti Baji maka ia juga akan mencelakaii Tara Rani Saheb/ Tara Rani Bai. Baji mengingat kendi yang telah pecah dan mengajak mereka pergi kesana, namun menemukan tempat itu sudah bersih namun tidak melihat lukisan tergantung miring, Dhana ji menghampiri pintu namun pintu masih terkunci, Baji memberikan mereka ide, namun akhirnya Dhanaji melihat lukisan tersebut miring, Khas datang menemui Dhana Ji mengatakan "aku telah mengunci semua tempay". tapi Dhana ji memintanya untuk memanggi semua para prajurit. Khas akan pergi, Balaji mengatakan "tidak... kita harus segera menagkap Rukmini tanpa memperingatkannya". Baji kembali mendapatkan ide "aku akan berpura-pura mati untuk membuat Rukmini keluar dari tempat persembunyiannya"

Radha datang menyapa ibu Khasi dan memberikannya Laddo, Ibu Kashi mengatakan "aku belum pernah melihat mu sebelumnya". Radha mengatakan "aku datang untuk pertama kalinua kesini dan datang dari Saswad". Radha bertanya tentang putrinya Kashi... Ibu Kashi mengatakam "aku yidak tahu apa yang akan di lakukannya" Ibu Kasi memuji putrinya.  Bhiu mengatakan bahwa kakaknya juga Sarvagun Sampann. Radha mengatakan bahwa Baji jatuh pingsan dan Ved ji memberinya obat. Rukmini mendengar mereka  berbicara dan berpikir ia  berfikir telah berhasil untuk  membuat Baji mati dan kemudian pergi.

Balaji bersama dengan Baji dan Khas datang kekamar, Balaji menata semua guling di bawah selimut di tempat tidur, Baji mengatakan "Rukmini hanya akan melihat semua guling ini bukan aku, aku harus waspada". Balaji mengatakan "Rukmini bisa melakukan apa saja". Baji mengatakan "Jika ia tidak melihat maka aku akan waspada dan kuta tidak akan tahu tentang niatnya". Balaji mengatakan "tapi ini sangat berseiko untuk hidup mu". Baji mengatakan


 Balaji mengatakan namun berisiko untuk hidup Anda. Baji mengatakan kau telah mengajarkan ku untuk menghilangkan kekhawatiran tentang matra Bhoomi, bukan dari kematian ... Ayah bisa menghentikan ku  untuk melakukan hal ini, tapi  memiliki keyakinan penuh bahwa nobodu dapat membahayakan ku sampai ayah ku bersama dengan ku". Balaji tersenyum dan memeluk Baji mengaatakan " kau akan di lindungi dewa". Dhana ji dan Khas terlihat terkesan. Baji berbaring di tempat tidur. Balaji pergi bersama Dhana ji dan Khas.  Baji terlihat sangat cemas, kemudian Ruqiyya/ Rukmini datang kekamar Baji dan  membuka pintu, ia memegang belati di tangannya

Precap:
Kashi sedang menari. Baji datang mengikuti Rukmini,  Kashi terus menari dan hampir terjatuh dan Baji  memegang Kashi dalam pelukannya. Kashi terlihat sangat  marah. ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar