Tayangan Sony TV : 7 April 2017
![]() |
| PESHWA BAJIRAO EPISODE 55 |
Balaji datang besama dengan Baji dan sekutunya menunggangi kuda mereka, seorang pria paruh baya terkejut dan menjatuhkan kendi air di tangannya. Balaji memberikan salam pada Subedar lain yang saat itu sedang beristirahat dan sedang di pijat. Balaji mengatakan " Mughal telah mengambil pajak dari semua orang dan meminta kau untuk beristirahat disini.., Pria itu bertanya "Kau siapa?". Baji mengatakan "Shri Balaji.. dia utusan Rani Saheb". Semua orang beangun dan memberi salam. Balaji mengatakan pada subedhar Shridar "dia ingin displin dan atruan garus di ikuti, dan siapa pun yang tidak setuju dengan aturan tersebut akan di hukum". Seorang pria mengatakan "Kau tidak tahu bagaimana Pale Khan". Balaji mengatakan "aku tidak tahu.., tapi mengapa kau menjadi budaknya?" Sorang pria mengatakan "Itu mudah untuk berbicara besar, tetapi sulit untuk melaksanakannya". Baji mengatakan "Kami telah dayang kesini untuk merubah tempat dan percayalah pada kami"
Balaji bertanya "apa yang harus kami lakukan agar kau percaya pada kami?". Pria itu mengatakan pada Balaji "hentikanlah Mughal untuk mengambil pajak, dan hentikan mereka untuk pergi menemui Aurangzeb".
Di istana Mughal, seorang pria sedang berbicara dengan Aurangzab, namun hal itu hanya membuat Aurangzeb tertawa dan mengatakan "Tara Rani Saheb sekarang akan mengerti jika seorang wanita tidak akan pernah bisa bersaing dengan seorang pria". Seorang utusannya datang dan memberitahu jika prajurit mereka telah ditahan oleh Tara Rani Bai di suatu tempat dimana tidak ada air. Aurangzeb sangat terkejut dan batuknya semakin parah, dia semakin sangat marah sehingga ia mengeluarkan batuk darah dan kemudian Aurangzab mencekik leher utusannya dan membunuh orang itu, Aurangzeb mengatakan "aku ingin daccan sebelum kematiannya".
Baji bersama dengan Balaji dan sekutunya mengintip di balik pepohonan dan menunggu kedatangan bangsa Mughal di kegelapan malam . Baji mengajukan pertanyaan pada Balaji, Balji mengatakan "Kita akan menyerang mughal secara tiba-tiba". Baji mengatakan "sekarang Mughal akan kembali kehilangan". Balaji meminta untuk kelbali jika Baji takut. Pria Mughal mengluarkan pedang mereka, Balaji dan semua sekutunya menarik pedangnya dan bersiap-siap untuk melawan.
Aurangzeb mengatakan pada Qammeruddin tentang Sraddas, Qammeruddin mengatakan "aku akan pergi kesana untuk mengagalkan rencana Tara Rani Bai". Aurangzeb mengatakan "aku yang akan pergu dan akan mengagalkannya dengan tangan ku sebelum kematian ku datang". Aurangzeb terus terbatuk, dan Qammeruddin bertanya "apakah kau baik-baik saja?". Aurangzeb mengatakan "hanyalah besi tua, dia tidak akan rusak... ibu mu dulu tinggal disana, biarkan mereka tahu jika harimau tidak akan lupa untuk menyerang bahkan jika itu baik-baik saja"... aku ingin mengunci Shahuji di Aurangabad tempat dimana dulu aku pernah mengunci ayah ku". Qammeruddin mengatakan :itu merupakan kartu truf kami".
Dikamar Shauji, beberapa prajurit datang namun Shahuji menolaj untuk pergi sampai ada yang memberitahu kemana mereka akan memba dia dan juga ibunya pergi, seorang prajurit itu memkasa sehingga Shauji melawan mereka dan mencabut belati dari prajurit itu lalu mengarahkannya ke lehernya, Shauji mengatakan "jika aku tidak bisa menjadi kekuatan dari orang-orang ku maka aku tidak akan datang dalam ketidak berdayaan mereka". Shauji mendorong dan semua prajurit terjatuh, tangan Sahuji masih memegang belati, ketika Shuji akan bunuh diri, sebuah benda/ jarum melesat dan menacap di lehernya. Sahuji melepaskan jarum beracun itu dari lehernya, Sahuji jatuh pingsan dan Aurangzeb datang kesana
Balaji mengunci pintu sebuah ruangan. Semua orang sedang berkumpul, Shridar datang kesana. Baji mengatakan pada Shridar ji "sudah kukatakan tidak ada hal yang mustahil bagi ku". Shridar mengatakan "Bahkan akan ada yang musthalil bagi Mughal" dan membuat Baji dan Balaji terkejut. Baji duduk sendirian di batu di dekat tenda, Balaji datang menemuinya, dan bertanya pada Baji "apakah kau sudah jehilangan keluarga mu?" Baji mengatakan "Kita harus berjuang melawan Mughal dan harus membangun Maarathis dan menyingkirkan rasa takut mereka"... tapi aku tidak akan memiliki kwalitas Yodha".
Balaji mengatakan "Veer harus menjadi Ran Veer... kau harus belajar Yodh kala". Baji bertanya " apakah kau akan mengajarkan aku ayah?". Balaji mengatakan "yaa.., kau telah menemukan posisi mu". Baji bertanya "siapa dia?". Balaji menceritakan tentang orang yang ahli dan dapat mengalahkan siapa saja dan dapat mengunakan senjata apapun, Balaji menhelaskan "ia bukan manusia, tapi sebuah contoh".
Percap :
Qameruddin bertanya pada Balaji "Kau datang untuk mati disana?". Qammeruddin meminta Naser untuk bermain dengan mainannya/ Baji menatap mereka dan tegang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar