Sabtu, 06 Mei 2017

PESHWA BAJIRAO EPISODE 56 : NASER DATANG BERSAMA DENGAN QAMMERUDDIN UNTUK MENGUSIR BAJI DAN BALAJI PERGI, KHAN MELATIH BAJI BERTARUNG PEDANG

Tayangan Sony tv : 10 April 2017


PESHWA BAJIRAO EPISODE 56
DIINTERPRETASIKAN DAN DI TERJEMAHKAN OLEH MADE

Balaji bersama dengan Baji duduk di batu di depan tenda Balaji memberikan deskripsi tentang seorang pria dan berkata  "ia tahu bagaimana menggunakan semua senjata dan ia bukanlah manusia tetapi juga sebagai contoh". Baji dan Balaji melihat Khas datang kesana, ia siap untuk mengajarkan Baji untuk berjuang, Baji mengatakan "Paman Khas, jika kau akan bertarung dengan ku?". Khas mengatakan "Ketika aku berada di perang maka aku adalah seorang prajurit dan bukan paman"
Aurangzab mengatakan bahwa Shuji adalah tawanannya dan jika ia haus darahnya maka akan dengan keinginannya, Aurangzeb mengatakan pada prajurit " mata Shuji terbuka  hanya di Aurangabad saja". 

Balaji mengajak Baji ke tenda penyimpanan senjata, mereka mencakupkan tangannya di hadapan senjta, Balaji mengambil belatinya dan mengulurkan tangannya dan memegang tangan Baji, lalu Balaji mengiriskan jempol Baji dan meneteskan darah di dekat lilin diya, lalu melakukan tilak darah di dahi Baji, Baji menyentuh kaki ayahnya untuk mengambil berkat dari Balaji, kemudian Khas datang mengikatkan selendang merah muda dan Baji menyapanya. Balaji mengatakan "kau memiliki kekuatan dan mengatakan "kau harus memilih senjata mu hari ini". Baji mengingat tentang Tara Rani Bai ketika memberikan berkat untuknya ketika mendapatkan pedang dan mengatakan ""aku akan mulai berkelahi dengan pedang". Khas mengambil pedang dan mengatakan "kau akan mendapatkan pedang ini ketika kau belajar pelajaran pertama perang". Baji bertanya "apakah ini merupakan pelajaran pertama?". Balaji memberikan sebuah pedang pada Baji dan mengatakan bahwa pelajaran pertama merupakan perlindungan diri dan memberitahu tentang semua pelajaran, 

Balaji, Khas dan Baji ke sebuah ruangan lainnya, Khas meminta Baji menyetangnya dan mengatakan "kita akan memulai pelajararan pertama dari perlindungan diri". Balaji meminta Baji untuk menyerang pada matanya dan kemudian ke kakinya dan berhasil mengalahkan Khas. Baji menuruti  seperti ucapan Balaji namun dikalahkan oleh Khas. Balaji mengatakan pada Khas "Baji harus belajar untuk betdiri dan belajar dari kesalahannya". Balaji dan Khas meninggalkan Baji sendirian, ia mengusapkan darah yang keluar dari mulutnya lalu memperaktekan semua gerakan Khas. Balaji, Khas dan Prajurit Marathi sedang makan malam bersama, Prajurit Marathi menanyakan tentang Baji, Balaji mengatakan "Baji tidak akan mersakan lapar karena ia lebih fokus pada pelajaran pertahanan diri". Balaji tampak cemas dan menatap ke arah ruangan yang sepi dan gelap

Dirumah Radha Bai, Radha meminta Gitiya untuk memakan makanannya namun Gotiya menolaknya dan mengatakan "Shakti ku adalah Baji, bagaimana bisa Baji pergi tanpa memberitahu ku?". Radha mengatakan "Baji pergi berama dengan Balaji Daulatabad karena keadaan dan mengatakan sekarang dia belajar di Paathshaala ayahnya. Gotiya mengatakan ia akan meminta izin orang tuanya dan akan pergi ke Daulatabad. Gotiya sangat sedih dan ia pergi meninggalkan Radha.

Keesokan paginya, Baji masih belajar memperaktekan semua jurus dan ia kembali berkelahi dengan Khas yang dengan diam-diam akan menyerangnya namun Baji berhasil mengalahkannya. Balaji datang dan tersenyum. Khas mengatakan "kau telah berhasil belajar perlindungan diri dalam satu hari". Balaji mengatakan "ini baru awal, tapi kau harus belajar lebih banyak hal". Baji menatapnya dan kemudian mereka dayang ke sebuah temoat dan melihat beberapa kotak yang hilang, dan mereka terkejut.

Balaji marah dan beteriak memanggil Sizar dan bertanya "Dimana kotak itu?". Seorang pria mengatakan bahwa ia telah mengirimkan kotak tersebut bersama dengan Treasury pada sesorang. Mereka mendengar ringkikan suara kuda dan bergegas pergi keluar. Utusan Naser datang dan menyiapkan sofa untuk Naser, Naser datang dengan menunggangi kudanya. semua Sarddars Marathi menyambutnya. Naser dengan santainya duduk. Baji terlihat sangat marah dan meneggurnya namun Naser sangat marah dan mengeluarkan pistolnya  mengatakan "aku telah mengambil piama di Saswad".. "tapi ini bukan Saswa tapi Daulatabad". Semua orang sangat terkejut, Naser meneggaskan " Jika aku menekan pelatuk maka kedua anak dan ayah ini akan di bunuh... Saswad adalah rumah mu dan tikus menjadi harimau di rumah". Kemudian Qammeruddin datang dan menimpali ucapan Naser "di Daulatabad  harimau hanya akan menjadi tikus". Mendengar hal itu Naser tersenyum dan menyapa ayahnya. Seorang Pria Marathi menyapa nya. Qammeruddin melihat Balaji dan Baji. Naser mengatakan "aku tahu bahwa kau akan menanyakan pertanyaan yang kekanak-kanakan, bagaimana bisa perwakilan datang ke wilahay Mughal?"

Qamer Uddin mengatakan "marathis hanya akan menghormati orang setelah kematian mereka". Qammeruddin bertanya "apakah kau sudah menyelamatkan Ajinkya Tara, namun Tara Rani tidak memberikan apa-apa dan kalian malah di kirim  ke sini untuk mati. Jika kau Mughal, maka sudah pasti kau  akan mendapat jageers dan hadiah" ..  Balaji mengatakan "aku  tidak takut mati". Qamer Uddin meminta Naser untuk bermain dengan mainannya. Naser melempar senjatanya dan mengatakan "jika aku  membunuh mereka maka mereka akan menjadi Marth dan akan dihormati, tapi kau  tidak dapat melihatnya". "aku  akan menghancurkan Balaji seperti semut". Lalu Naser melemparkan pistol dan prajurit menangkapnya

Baji meminta Naser tidak lupa bahwa ia telah mengalami kekalahan sebelumnya, Baji mengambil pedang dan akan menyerang Naser namun Naser menangkis dan memegangi tangan Baji, Naer ngat marah kemudian mengarahkan belatinya di lehernya dan membuat pedang Baji jatuh. Naser kemudian meminta Balaji untuk memegang anaknya dan pergi, dan mengatakan jika aku melihat  kau masih  di Daulatabad lagi maka akan membuat hidup mu  sebagai neraka lalu  memberi mereka waktu hanya satu hari. Qamer Uddin mengatakan "kita akan memiliki permusuhan dengan kejujuran dan meminta Naser datang"  Naser datang bersama  dengan Qameruddin. Balaji dan Baji hanya menatap mereka. Naser terus menghina  Marathis sebelum pergi.

Khas terus melatih melawan dengan pedang, Baji bertanya pada ayahnya Balaji " ayah mengapa kau tidak membalas Naser dan Qammeruddin?" Balaji mengatakan "mereka hanyalah memperovokasi kita saja, tapi kita akan menunjukkan pada mereka apa yang akan kita lakukan". Khas meminta Baji untuk berkonsentrasi pada latihan pertarungan pedangnya dan mengatakan "Musuh tidak akan mengasihani diri mu Baji"

Baji dan Khaas berjuang dan saling melawan. Baji membayangkan Naser dan latihan perkelahian liar dengan Khaas. Balaji mengatakan bahwa Marathi kami akan percaya diri dan meminta Khas untuk bersiap-siap untuk perang Baji mengalahkan Khaas dan mengatakan Hamari matrabhoomi, Hamara desh, "mengapa kita harus pergi?"  Sekali lagi Baji  bertanya" mengapa. Semua orang terkejut melihat tekadnya untuk Swaraj".
Precap:
Balaji memberitahu penduduk desa yang memberikan pajak untuk Mughal dan tidak punya uang untuk memberinya. Khan datang dan mengatakan mereka tidak akan mendengarkan mu. Baji datang dan  me;lemparkan tali dan Baji sangat marah 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar